ITSK RS dr. Soepraoen, 29 Agustus 2025 – Mahasiswa Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) RS dr. Soepraoen resmi meluncurkan produk hasil Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) pada Senin (25/8) di Pendopo Wisata Petungsari, Desa Toyomarto. Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperkenalkan hasil riset yang dikembangkan selama tujuh bulan terakhir sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Acara dihadiri oleh Wakil Rektor III ITSK, Letkol CKM Raharjo, S.Kep., Ners., M.Kes., yang mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam menghasilkan karya yang aplikatif. “Melalui PKM, mahasiswa tidak hanya berlatih meneliti, tetapi juga belajar menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat. Harapannya produk ini dapat terus berkembang dan menjadi sumber penghasilan tambahan,”ujarnya.
Kepala Desa Toyomarto, perangkat desa, serta anggota PKK juga hadir dan memberikan apresiasi. Sumito, Kepala Desa Toyomarto, menilai produk mahasiswa dapat membantu mengurangi persoalan limbah sekaligus memberi peluang ekonomi. “Masih banyak limbah sisa produksi sandal yang dapat dimanfaatkan. Semoga produk ini berlanjut dan memberi manfaat bagi warga desa,” kata Sumito.
Dari Limbah Menjadi Permainan Edukatif
Produk yang dinamai Toysol merupakan hasil pemanfaatan limbah pabrik sandal yang selama ini dibakar sehingga menimbulkan pencemaran. Limbah tersebut diolah menjadi permainan edukatif ramah anak. Selain mengurangi dampak lingkungan, Toysol juga ditujukan untuk menjawab tantangan tumbuh kembang anak, terutama terkait penggunaan gawai berlebihan. Produk ini diharapkan dapat menjadi media belajar sekaligus sarana interaksi sosial bagi anak-anak.
Harapan Keberlanjutan
Acara peresmian dilengkapi dengan sesi presentasi dan uji coba produk bersama masyarakat. Ovy Chandra Singhasari, Ketua Tim PKM, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan serta berharap produk dapat terus dikembangkan. “Kami berharap Toysol tidak berhenti di tahap ini, tetapi dapat berlanjut sebagai solusi yang memberi manfaat di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun sosial,”ujarnya.
Kegiatan ini menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat, tidak hanya di ruang akademik tetapi juga dalam kehidupan masyarakat.