Malang — Mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Klinis dan Komunitas Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan (ITSK) RS dr. Soepraoen Malang mengembangkan inovasi sediaan film forming gel antibakteri untuk acne dengan memanfaatkan kombinasi ekstrak bawang putih (Allium sativum L.) dan kulit manggis (Garcinia mangostana L.).

Tim mahasiswa S1 Farmasi Klinis dan Komunitas ITSK RS dr. Soepraoen Malang melakukan proses formulasi film forming gel antibakteri berbahan ekstrak bawang putih dan kulit manggis dalam kegiatan penelitian PKM-RE 2026.
Inovasi tersebut dikembangkan sebagaisediaan topikal berbahan alam yang memiliki potensi aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes, salah satu bakteri yang berkaitan dengan munculnya jerawat.
Penelitian ini memanfaatkan dua senyawa bioaktif utama dari bahan alam tersebut, yakni alicin pada bawang putih dan xanton pada kulit manggis. Alicin diketahui memiliki potensi aktivitas antibakteri sehingga menjadi salah satu dasar pemanfaatan ekstrak bawang putih sebagai bahan aktif dalam sediaan film forming gel.
Sementara itu, kulit manggis dikenal kaya akan senyawa xanton yang memiliki aktivitas antioksidan. Kombinasi kedua bahan tersebut dikembangkan sebagai pendekatan untuk menghasilkan sediaan topikal yang tidak hanya memiliki potensi antibakteri, tetapi juga memanfaatkan kandungan antioksidan dari bahan alam.
Film forming gel yang dikembangkan memiliki karakteristik mampu membentuk lapisan tipis pada permukaan kulit setelah diaplikasikan. Karakteristik tersebut menjadi salah satu keunggulan bentuk sediaan yang diteliti karena memungkinkan bahan aktif berada pada permukaan kulit dalam bentuk lapisan.
Riset ini merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2026. Penelitian tersebut diketuai oleh Amirah Aisah dengan dosen pembimbing Dr. Dr. Misgiati, M.Pd.
Penelitian yang berjudul “Film Forming Gel Antibakteri pada Acne Kombinasi Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum L.) dan Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.)” tersebut dilakukan melalui sejumlah tahapan penelitian.
Tahapan tersebut meliputi preparasi bahan, proses maserasi, uji fitokimia, pembuatan film forming gel, evaluasi mutu fisik, hingga pengujian aktivitas antibakteri.
Dalam proses formulasi, tim menghasilkan beberapa formula film forming gel, baik yang menggunakan ekstrak tunggal maupun kombinasi ekstrak bawang putih dan kulit manggis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula yang diuji memenuhi persyaratan mutu fisik serta menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes, yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat pada pengujian.
Pengembangan film forming gel ini menjadi salah satuupaya mahasiswa ITSK RS dr. Soepraoen dalam meningkatkan nilai guna bahan alam melalui pendekatan formulasi sediaan farmasi.
Pemanfaatan bawang putih dan kulit manggis yang selama ini lebih dikenal sebagai bahan pangan dan sumber senyawa alami dikembangkan menjadi bagian dari inovasi sediaan topikal. Penelitian ini sekaligus menunjukkan bagaimana potensi bahan alam dapat dikaji dan dikembangkan melalui proses penelitian yang sistematis.
Melalui penelitian tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman dalam melakukan riset eksakta, tetapi juga turut berkontribusi dalam pengembangan inovasi sediaan topikal berbahan alam yang berpotensi mendukung upaya penanganan permasalahan acne.


