Kuliah Tamu S1 Farmasi Klinis dan Komunitas Bahas Manajemen Polifarmasi pada Lansia untuk Mencegah Drug Related Problems (DRPs)

Kampus 2, 1 Juli 2026 – Program Studi S1 Farmasi Klinis dan Komunitas menyelenggarakan Kuliah Tamu bertema “Manajemen Polifarmasi pada Lansia untuk Mencegah Drug Related Problems (DRPs)” di Aula Kampus 2 pada Rabu (1/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen program studi dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran yang menghadirkan akademisi dan praktisi berpengalaman di bidang farmasi klinis.

Kuliah tamu menghadirkan Prof. Dr. apt. Yulistiani, M.Si. sebagai narasumber. Dalam paparannya, beliau menjelaskan pentingnya pengelolaan polifarmasi pada pasien lansia untuk meminimalkan terjadinya Drug Related Problems (DRPs). Penggunaan beberapa obat secara bersamaan pada kelompok geriatri memerlukan perhatian khusus karena dapat meningkatkan risiko interaksi obat, efek samping, serta ketidaktepatan terapi.

Selain membahas konsep polifarmasi, narasumber juga mengulas strategi identifikasi, pencegahan, dan penanganan DRPs melalui pendekatan pelayanan kefarmasian yang berpusat pada pasien (patient-centered care). Mahasiswa diajak memahami peran apoteker dalam melakukan evaluasi terapi obat, edukasi pasien, serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk meningkatkan keamanan dan efektivitas pengobatan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih komprehensif mengenai praktik farmasi klinis, khususnya dalam pengelolaan terapi pada pasien lansia. Diharapkan, ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam memberikan pelayanan kefarmasian yang profesional, berbasis bukti ilmiah, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Program Studi S1 Farmasi Klinis dan Komunitas terus berkomitmen menghadirkan kegiatan akademik yang mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa serta menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di masa depan.

Pilih Program Study

Artikel Terkait