Home Blog

Mahasiswa ITSK RS dr. Soepraoen Kembangkan Film Forming Gel Antibakteri Berbahan Bawang Putih dan Kulit Manggis

0

Malang — Mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Klinis dan Komunitas Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan (ITSK) RS dr. Soepraoen Malang mengembangkan inovasi sediaan film forming gel antibakteri untuk acne dengan memanfaatkan kombinasi ekstrak bawang putih (Allium sativum L.) dan kulit manggis (Garcinia mangostana L.).

Tim mahasiswa S1 Farmasi Klinis dan Komunitas ITSK RS dr. Soepraoen Malang melakukan proses formulasi film forming gel antibakteri berbahan ekstrak bawang putih dan kulit manggis dalam kegiatan penelitian PKM-RE 2026.

Inovasi tersebut dikembangkan sebagaisediaan topikal berbahan alam yang memiliki potensi aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes, salah satu bakteri yang berkaitan dengan munculnya jerawat.

Penelitian ini memanfaatkan dua senyawa bioaktif utama dari bahan alam tersebut, yakni alicin pada bawang putih dan xanton pada kulit manggis. Alicin diketahui memiliki potensi aktivitas antibakteri sehingga menjadi salah satu dasar pemanfaatan ekstrak bawang putih sebagai bahan aktif dalam sediaan film forming gel.

Sementara itu, kulit manggis dikenal kaya akan senyawa xanton yang memiliki aktivitas antioksidan. Kombinasi kedua bahan tersebut dikembangkan sebagai pendekatan untuk menghasilkan sediaan topikal yang tidak hanya memiliki potensi antibakteri, tetapi juga memanfaatkan kandungan antioksidan dari bahan alam.

Film forming gel yang dikembangkan memiliki karakteristik mampu membentuk lapisan tipis pada permukaan kulit setelah diaplikasikan. Karakteristik tersebut menjadi salah satu keunggulan bentuk sediaan yang diteliti karena memungkinkan bahan aktif berada pada permukaan kulit dalam bentuk lapisan.

Riset ini merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2026. Penelitian tersebut diketuai oleh Amirah Aisah dengan dosen pembimbing Dr. Dr. Misgiati, M.Pd.

Penelitian yang berjudul “Film Forming Gel Antibakteri pada Acne Kombinasi Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum L.) dan Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.)” tersebut dilakukan melalui sejumlah tahapan penelitian.

Tahapan tersebut meliputi preparasi bahan, proses maserasi, uji fitokimia, pembuatan film forming gel, evaluasi mutu fisik, hingga pengujian aktivitas antibakteri.

Dalam proses formulasi, tim menghasilkan beberapa formula film forming gel, baik yang menggunakan ekstrak tunggal maupun kombinasi ekstrak bawang putih dan kulit manggis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula yang diuji memenuhi persyaratan mutu fisik serta menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes, yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat pada pengujian.

Pengembangan film forming gel ini menjadi salah satuupaya mahasiswa ITSK RS dr. Soepraoen dalam meningkatkan nilai guna bahan alam melalui pendekatan formulasi sediaan farmasi.

Pemanfaatan bawang putih dan kulit manggis yang selama ini lebih dikenal sebagai bahan pangan dan sumber senyawa alami dikembangkan menjadi bagian dari inovasi sediaan topikal. Penelitian ini sekaligus menunjukkan bagaimana potensi bahan alam dapat dikaji dan dikembangkan melalui proses penelitian yang sistematis.

Melalui penelitian tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman dalam melakukan riset eksakta, tetapi juga turut berkontribusi dalam pengembangan inovasi sediaan topikal berbahan alam yang berpotensi mendukung upaya penanganan permasalahan acne.

Cetak 37 Lay Rescuer, ITSK RS dr. Soepraoen Perkuat Kesiapsiagaan di Wisata Gunung Rinjani

0

Basic First Aid for Lay Rescuer: Penguatan Kesiapsiagaan Kegawatdaruratan Berbasis Community Health Tourism

Oleh : Ns. Bayu Budi Laksono, S.Kep., M.Kep. ITSK RS dr. Soepraoen Malang

Sembalun, Lombok Timur — Aktivitas wisata alam dan pendakian gunung tidak hanya menawarkan pengalaman petualangan, tetapi juga memiliki risiko kegawatdaruratan yang membutuhkan respons cepat dan tepat. Kondisi medan yang sulit, perubahan cuaca, trauma fisik, gigitan hewan, hingga gangguan kesehatan akibat ketinggian menjadi tantangan yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Dalam situasi seperti ini, keberadaan masyarakat, pendaki, porter, dan komunitas lokal yang memiliki kemampuan pertolongan pertama menjadi bagian penting dalam membangun wisata yang lebih aman.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Basic First Aid for Lay Rescuer: Penguatan Kesiapsiagaan Kegawatdaruratan Berbasis Community Health Tourism” dilaksanakan pada 10–11 Agustus 2026 di Rinjani Camping Ground, Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi pengabdian masyarakat dan Upaya memfasilitasi kebutuhan komunitas peduli Gunung Rinjani “Rinjani Bagus”. Pengabdian ini sejalan dan berdampingan dengan Program Kesiapsiagaan Bencana Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur. Sebanyak 37 peserta mengikuti kegiatan, terdiri atas anggota komunitas pencinta alam Rinjani Bagus, pendaki, dan porter Gunung Rinjani.

Pelatihan melibatkan tim pengabdi lintas institusi, yaitu Dr. Ns. Arief Wahyudi Jadmiko, S.Kep., M.Kep., M.Pd.Ked. dari UPN Veteran Jakarta; Ns. Bayu Budi Laksono, S.Kep., M.Kep. dari ITSK RS dr. Soepraoen Malang; Ns. Antoni Eka Fajar Maulana, S.Kep., M.Kep. dari STIKES Mataram Lombok; serta tim Emergency Link Indonesia Lombok, Nusa Tenggara Barat. Program tersebut juga mendapat dukungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur dan dihadiri secara langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, Ns. Lalu Aries Fahrozi, S.Kep., M.Kep.

 Dari Pertolongan Dasar hingga Kegawatdaruratan di Ketinggian

Berbeda dengan pelatihan pertolongan pertama yang hanya berfokus pada kondisi kegawatdaruratan umum, materi dalam kegiatan ini disesuaikan dengan karakteristik lingkungan wisata dan pendakian gunung. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk orang awam, bleeding control atau penanganan perdarahan, serta teknik evakuasi. Materi tersebut diberikan oleh tim Emergency Link Indonesia dengan orientasi pada kemampuan yang dapat digunakan oleh masyarakat awam ketika menjadi orang pertama yang menemukan korban.

Aspek kesehatan di dataran tinggi juga menjadi perhatian penting. Ns. Bayu Budi Laksono, S.Kep., M.Kep. dari ITSK RS dr. Soepraoen Malang  menyampaikan pentingnya pengenalan dini dan penanganan awal High Altitude Sickness dengan pembahasan meliputi Acute Mountain Sickness (AMS), High Altitude Cerebral Edema (HACE), dan High Altitude Pulmonary Edema (HAPE). Ketiga kondisi tersebut penting dikenali dalam aktivitas pendakian karena gangguan kesehatan di ketinggian dapat berkembang menjadi kondisi serius apabila tanda dan gejalanya terlambat diketahui. Melalui pelatihan ini, peserta tidak diarahkan untuk menggantikan tenaga kesehatan, melainkan dibekali kemampuan untuk mengenali kondisi berbahaya, memberikan respons awal yang sesuai, dan memahami pentingnya proses evakuasi.

Selain itu, peserta memperoleh materi mengenai animal bite and extreme climate, yang berkaitan dengan risiko gigitan hewan serta paparan kondisi lingkungan ekstrem yang disampaikan oleh Ns. Antoni Eka Fajar Maulana, S.Kep., M.Kep. dari STIKES Mataram Lombok. Materi tersebut semakin menegaskan bahwa kesiapsiagaan di kawasan wisata alam membutuhkan pemahaman yang lebih luas daripada sekadar kemampuan memberikan pertolongan pada luka.

Masyarakat Bukan Sekadar Penonton dalam Situasi Darurat

Salah satu gagasan penting yang dibawa melalui program ini adalah konsep community health tourism. Pendekatan tersebut menempatkan kesehatan dan keselamatan sebagai bagian dari pengembangan lingkungan wisata dengan melibatkan masyarakat dan komunitas yang berinteraksi langsung dengan wisatawan. Pada kawasan pendakian, porter, pendaki, pengelola, serta komunitas lokal dapat menjadi kelompok yang berada paling dekat ketika suatu kejadian darurat muncul. Karena itu, kemampuan dasar dalam mengenali kegawatdaruratan dan memberikan pertolongan awal menjadi modal penting sebelum bantuan profesional tersedia.

Kebutuhan tersebut bukan tanpa alasan. Resume kegiatan mencatat adanya kebutuhan mitra terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama dalam kondisi pendakian, terutama karena risiko trauma fisik hingga kejadian kematian akibat kondisi ekstrem di jalur pendakian merupakan persoalan nyata yang perlu diantisipasi. Melalui pendekatan ini, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab fasilitas kesehatan atau tenaga medis. Masyarakat dapat mengambil peran sebagai lay rescuer atau penolong awam yang mampu melakukan tindakan awal sesuai kapasitas dan kompetensinya. Penekanan akan pentingnya keterampilan ini disampaikan oleh Dr. Ns. Arief Wahyudi Jadmiko, S.Kep., M.Kep., M.Pd.Ked. dari UPN Veteran Jakarta.

Tidak Hanya Mendengar, Peserta Juga Diuji Keterampilannya

Pelatihan dirancang dengan komunikasi dua arah dan melibatkan peserta secara aktif. Selain penyampaian materi, dilakukan pretest dan posttest untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan peserta. Peserta juga menjalani skill test Bantuan Hidup Dasar, sehingga evaluasi tidak berhenti pada pemahaman teori. Antusiasme peserta menjadi salah satu catatan selama kegiatan berlangsung. Hasil evaluasi yang tercantum dalam resume kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah pelatihan. Resume tersebut menyebut peningkatan pengetahuan peserta sebagai peningkatan yang signifikan, meskipun data statistik rinci tidak dicantumkan dalam ringkasan kegiatan.

Lebih dari 70 persen peserta tercatat mampu menyelesaikan rangkaian pelatihan dengan baik dan memperoleh sertifikat berupa kartu BLS Provider dari Emergency Link Indonesia. Peserta juga menunjukkan keinginan agar program serupa dikembangkan lebih lanjut dengan materi yang semakin disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan. Capaian tersebut menjadi penting karena tujuan pelatihan pertolongan pertama bukan sekadar menambah informasi, tetapi membangun kesiapan seseorang untuk bertindak secara benar ketika menghadapi kondisi darurat.

 Menuju Ekosistem Wisata yang Lebih Siaga

Pelatihan Basic First Aid di Sembalun menunjukkan bahwa pengembangan destinasi wisata dapat berjalan berdampingan dengan upaya peningkatan kapasitas kesehatan masyarakat. Wisata yang berkualitas bukan hanya ditentukan oleh keindahan destinasi dan jumlah kunjungan, tetapi juga oleh kesiapan lingkungan dalam menghadapi risiko yang mungkin dialami wisatawan. Karena itu, pelatihan lay rescuer berpotensi menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan wisata alam, khususnya pada destinasi yang memiliki medan dan risiko kesehatan khusus seperti kawasan pegunungan.

Program ini juga tidak berhenti setelah kegiatan pelatihan selesai. Tim merencanakan tindak lanjut berupa pelaporan kepada institusi, evaluasi internal, koordinasi lintas sektor terutama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, serta penguatan sinergi untuk pengembangan dan peningkatan skala kegiatan pada masa mendatang.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi kegawatdaruratan, pemerintah daerah, komunitas, porter, dan pendaki menjadi modal penting untuk membentuk ekosistem wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga lebih sehat dan tanggap terhadap kondisi darurat. Pada akhirnya, konsep wisata aman tidak cukup diwujudkan hanya dengan menyediakan fasilitas. Di baliknya diperlukan masyarakat yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan keberanian untuk melakukan tindakan awal secara tepat.

Melalui Basic First Aid for Lay Rescuer, masyarakat di sekitar kawasan wisata didorong bukan untuk mengambil alih peran tenaga kesehatan, melainkan menjadi mata rantai awal dalam sistem pertolongan. Ketika kondisi darurat terjadi di tempat dan waktu yang tidak dapat diprediksi, kemampuan sederhana untuk mengenali bahaya, meminta bantuan, memberikan pertolongan pertama, dan melakukan evakuasi secara tepat dapat menjadi bagian penting dalam upaya menyelamatkan nyawa. Sembalun pun tidak hanya dapat dikenal sebagai pintu menuju keindahan Gunung Rinjani, tetapi juga dapat terus berkembang sebagai kawasan wisata yang membangun budaya keselamatan, kesehatan, dan kesiapsiagaan bersama.

Pemkab Halmahera Selatan dan ITSK RS Dr. Soepraoen Malang Teken MoU, Perkuat SDM Kesehatan Melalui Pendidikan Sarjana dan Profesi

0

Halmahera Selatan, 21 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) RS Dr. Soepraoen Malang melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan.

Penandatanganan MoU berlangsung pada Selasa, 21 Juli 2026, di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan dan menjadi langkah nyata dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan.

Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, bersama Rektor ITSK RS Dr. Soepraoen Malang, Brigjen TNI (Purn.) Dr. dr. Sutrisno, S.H., M.A.R.S., M.H.Kes., FISQua.

Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Selatan Asia Hasjim, Kepala BKPSDM, Kepala Bagian Organisasi Setda Halmahera Selatan, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

ITSK RS Dr. Soepraoen Malang Dukung Peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan
Melalui kerja sama ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan ITSK RS Dr. Soepraoen Malang akan berkolaborasi dalam meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan melalui penyelenggaraan program pendidikan lanjutan jenjang Sarjana dan Profesi bagi bidan maupun perawat yang bertugas di puskesmas serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di wilayah Halmahera Selatan.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat menjadi semakin profesional, berkualitas, dan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi kesehatan.

Bupati Bassam Kasuba: Langkah Strategis Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, menyampaikan apresiasi kepada ITSK RS Dr. Soepraoen Malang atas komitmennya menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pengembangan SDM kesehatan.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Halmahera Selatan, saya mengucapkan selamat datang di Bumi Saruma kepada Bapak Rektor beserta rombongan. Terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kemitraan strategis yang kita bangun hari ini. Penandatanganan MoU ini merupakan langkah awal yang sangat berharga untuk memperkuat kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat kami,” ujar Bassam Kasuba.

Menurutnya, kolaborasi ini membuka peluang yang lebih luas bagi tenaga kesehatan di Halmahera Selatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus mencari program secara mandiri di daerah lain. Dengan adanya dukungan dari ITSK RS Dr. Soepraoen Malang, proses peningkatan kompetensi tenaga kesehatan akan menjadi lebih terarah, terstruktur, dan berkelanjutan.

Komitmen ITSK RS Dr. Soepraoen Malang dalam Pengembangan SDM Kesehatan Nasional
Sebagai institusi pendidikan tinggi yang berfokus pada bidang kesehatan, sains, dan teknologi, ITSK RS Dr. Soepraoen Malang terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pemerintah daerah di Indonesia dalam rangka mendukung peningkatan kualitas SDM kesehatan.

Melalui kemitraan ini, ITSK RS Dr. Soepraoen Malang berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, adaptif terhadap kebutuhan daerah, serta mampu menghasilkan tenaga kesehatan profesional yang siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan ITSK RS Dr. Soepraoen Malang diharapkan menjadi fondasi yang kuat dalam menciptakan tenaga kesehatan yang kompeten, berdaya saing, serta mampu menjawab tantangan pembangunan sektor kesehatan di masa depan.

Kerja Sama ITSK RS dr. Soepraoen dan Pemerintah Kota Ternate Perkuat Pengembangan SDM, Pendidikan, dan Kesehatan

0

Ternate, Senin, 20 Juli 2026 – Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) RS dr. Soepraoen Malang terus memperluas jejaring kemitraan strategis di Indonesia. Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, Rektor ITSK RS dr. Soepraoen melakukan kunjungan kerja ke Kota Ternate dan bertemu dengan Wali Kota Ternate untuk membahas sekaligus menjalin Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara perguruan tinggi dan Pemerintah Kota Ternate.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Wali Kota Ternate tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi yang berfokus pada pengembangan pendidikan tinggi, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan program beasiswa bagi putra-putri daerah. Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Rektor ITSK RS dr. Soepraoen Malang bersama Wakil Rektor IV ITSK RS dr. Soepraoen Malang, serta Wali Kota Ternate beserta jajaran Pemerintah Kota Ternate.

Rektor ITSK RS dr. Soepraoen menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan siap menghadapi tantangan global. Kami berharap kerja sama ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Ternate,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Ternate menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut. Menurutnya, kemitraan dengan ITSK RS dr. Soepraoen diharapkan dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda Kota Ternate sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui pengembangan kompetensi tenaga kesehatan daerah.

Ruang lingkup kerja sama yang dibahas meliputi penyelenggaraan pendidikan, pelatihan dan sertifikasi, penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kapasitas aparatur dan tenaga kesehatan, program beasiswa, serta pengembangan inovasi di bidang kesehatan dan teknologi.

Sebagai institusi pendidikan tinggi yang memiliki berbagai program studi di bidang kesehatan dan nonkesehatan, ITSK RS dr. Soepraoen terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, rumah sakit, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Melalui penandatanganan MoU ini, diharapkan hubungan antara ITSK RS dr. Soepraoen dan Pemerintah Kota Ternate dapat berkembang menjadi berbagai program nyata yang memberikan dampak positif bagi pembangunan sumber daya manusia, peningkatan layanan kesehatan, serta kemajuan pendidikan di Provinsi Maluku Utara.

PROGRAM BEASISWA 1.000 SARJANA: Pemkab Tabalong Gandeng ITSK RS dr. Soepraoen Malang Tingkatkan SDM Daerah

0

Tabalong, 14 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Tabalong resmi menjalin kerja sama strategis dengan ITSK RS dr. Soepraoen Malang melalui peluncuran *PROGRAM BEASISWA 1.000 SARJANA* sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Tabalong.

Program tersebut diawali dengan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) yang dilaksanakan di Aula PPKD Kabupaten Tabalong pada Selasa, 14 Juli 2026. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Bupati Tabalong, H. M. Noor Rifani, bersama Rektor ITSK RS dr. Soepraoen Malang Brigjen TNI (Purn.) Dr. dr. Sutrisno, S.H., M.A.R.S., M.H.Kes., FISQua,.

Kerja sama ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Tabalong dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat sekaligus mencetak lulusan yang berkualitas, kompetitif, dan siap berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Melalui PROGRAM BEASISWA 1.000 SARJANA, masyarakat Kabupaten Tabalong memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi dengan dukungan beasiswa. Program ini diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi serta menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di bidang kesehatan dan bidang strategis lainnya.

Bupati Tabalong, H. M. Noor Rifani, menyampaikan bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan langkah penting dalam membangun masa depan daerah. Dengan hadirnya program ini, pemerintah daerah berharap semakin banyak generasi muda Tabalong yang mampu menempuh pendidikan tinggi dan kembali mengabdi untuk kemajuan Kabupaten Tabalong.

Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tabalong dan ITSK RS dr. Soepraoen Malang diharapkan menjadi fondasi yang kuat dalam menciptakan generasi sarjana yang unggul, profesional, dan berdaya saing. Sinergi ini juga menjadi wujud nyata komitmen kedua belah pihak dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Tabalong.

Kuliah Tamu S1 Farmasi Klinis dan Komunitas Bahas Manajemen Polifarmasi pada Lansia untuk Mencegah Drug Related Problems (DRPs)

0

Kampus 2, 1 Juli 2026 – Program Studi S1 Farmasi Klinis dan Komunitas menyelenggarakan Kuliah Tamu bertema “Manajemen Polifarmasi pada Lansia untuk Mencegah Drug Related Problems (DRPs)” di Aula Kampus 2 pada Rabu (1/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen program studi dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran yang menghadirkan akademisi dan praktisi berpengalaman di bidang farmasi klinis.

Kuliah tamu menghadirkan Prof. Dr. apt. Yulistiani, M.Si. sebagai narasumber. Dalam paparannya, beliau menjelaskan pentingnya pengelolaan polifarmasi pada pasien lansia untuk meminimalkan terjadinya Drug Related Problems (DRPs). Penggunaan beberapa obat secara bersamaan pada kelompok geriatri memerlukan perhatian khusus karena dapat meningkatkan risiko interaksi obat, efek samping, serta ketidaktepatan terapi.

Selain membahas konsep polifarmasi, narasumber juga mengulas strategi identifikasi, pencegahan, dan penanganan DRPs melalui pendekatan pelayanan kefarmasian yang berpusat pada pasien (patient-centered care). Mahasiswa diajak memahami peran apoteker dalam melakukan evaluasi terapi obat, edukasi pasien, serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk meningkatkan keamanan dan efektivitas pengobatan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih komprehensif mengenai praktik farmasi klinis, khususnya dalam pengelolaan terapi pada pasien lansia. Diharapkan, ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam memberikan pelayanan kefarmasian yang profesional, berbasis bukti ilmiah, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Program Studi S1 Farmasi Klinis dan Komunitas terus berkomitmen menghadirkan kegiatan akademik yang mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa serta menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di masa depan.

Campus Tour ITSK RS dr. Soepraoen Kenalkan Dunia Perkuliahan kepada Siswa SMA dan SMK

0

Malang – Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) RS dr. Soepraoen kembali menyelenggarakan Campus Tour ITSK RS dr. Soepraoen pada Kamis, 26 Juni 2025, bertempat di Aula Kampus 2.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi SMA dan SMK sebagai bagian dari upaya memperkenalkan dunia pendidikan tinggi, khususnya di bidang kesehatan dan teknologi.

Melalui kegiatan Campus Tour, peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat lingkungan kampus, budaya akademik, fasilitas pembelajaran, laboratorium, serta berbagai program studi unggulan yang dimiliki ITSK RS dr. Soepraoen.

Mengenal Kampus Kesehatan Berbasis Praktik
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan informasi mengenai sistem pembelajaran yang mengintegrasikan teori dengan praktik melalui dukungan rumah sakit pendidikan, laboratorium modern, serta dosen yang berpengalaman di bidang kesehatan dan teknologi.

Selain mengikuti sesi pemaparan profil kampus di Aula Kampus 2, para siswa juga berkesempatan berdiskusi mengenai prospek karier lulusan di berbagai bidang kesehatan yang saat ini memiliki kebutuhan tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Memberikan Gambaran Nyata Dunia Perkuliahan
Campus Tour menjadi salah satu program yang bertujuan membantu siswa SMA dan SMK memperoleh gambaran nyata mengenai kehidupan sebagai mahasiswa.

Melalui interaksi langsung dengan lingkungan kampus, peserta dapat memahami proses belajar, fasilitas penunjang akademik, hingga peluang pengembangan kompetensi selama menempuh pendidikan.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang aktif mengajukan pertanyaan mengenai program studi, beasiswa, organisasi kemahasiswaan, hingga peluang karier setelah lulus.

Mendukung Persiapan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
Melalui kegiatan Campus Tour ini, ITSK RS dr. Soepraoen terus berkomitmen memberikan akses informasi pendidikan kepada generasi muda agar lebih siap menentukan pilihan studi sesuai minat dan cita-cita.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja.

Bupati Nagekeo Kunjungi ITSK RS dr Soepraoen, Teken MoU dan PKS untuk Tingkatkan Mutu Tenaga Kesehatan

0

Malang, 17 Juni 2026 – Institut Teknologi Sains dan Kesehatan Rumah Sakit (ITSK RS) dr Soepraoen menerima kunjungan kehormatan dari Bupati Nagekeo beserta jajaran pemerintah daerah dalam rangka penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Kampus 2 ITSK RS dr Soepraoen, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, S.H., Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), serta Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem). Penandatanganan MoU dan PKS ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia kesehatan guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Nagekeo.

Dalam sambutannya, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, S.H. menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Nagekeo saat ini tengah berupaya meningkatkan akses dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu fokus utama yang dilakukan adalah peningkatan mutu tenaga kesehatan melalui pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Nagekeo sedang melaksanakan peningkatan akses dan pelayanan kesehatan. Salah satu upaya yang kami lakukan adalah meningkatkan mutu tenaga kesehatan di Nagekeo melalui kerja sama dengan ITSK RS dr Soepraoen dengan mendidik para tenaga kesehatan asal Nagekeo,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Beliau juga memberikan apresiasi kepada ITSK RS dr Soepraoen yang telah membuka kesempatan dan bersedia menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Nagekeo. Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan tenaga kesehatan yang profesional, kompeten, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kerja sama yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Nagekeo dan ITSK RS dr Soepraoen ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi dalam mendukung pembangunan kesehatan yang berkelanjutan. Melalui program pendidikan dan pengembangan kompetensi tenaga kesehatan, diharapkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Nagekeo dapat terus meningkat.

Pihak ITSK RS dr Soepraoen menyambut baik kerja sama tersebut dan berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang berkualitas serta mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan dari Kabupaten Nagekeo.

Dengan adanya penandatanganan MoU dan PKS ini, kedua belah pihak optimistis dapat menciptakan berbagai program yang bermanfaat, khususnya dalam mencetak tenaga kesehatan yang unggul, berdaya saing, dan siap menjawab tantangan pelayanan kesehatan di masa depan.

Harmoni Pengabdian dan Visi Global: Momen Puncak Wisuda ITSK RS dr. Soepraoen 2026

0

MALANG – Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti Ballroom Hotel Grand Mercure Malang pada Sabtu (30/5). Ribuan pasang mata menjadi saksi dari sebuah momen puncak perjuangan, di mana ribuan lulusan Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) RS dr. Soepraoen resmi dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana dan Pelantikan Profesi Tahun Akademik 2025/2026.

Lebih dari sekadar seremonial pemindahan tali toga, acara ini menjadi panggung pembuktian bagi ITSK RS dr. Soepraoen sebagai Multi Talent University yang terus bertransformasi. Di bawah sorot lampu dan kemegahan ruangan, kampus ini tidak hanya merayakan pencapaian masa lalu, tetapi juga merentangkan sayapnya menuju masa depan.

 

Hal ini dibuktikan dengan hadirnya tamu kehormatan dari Widad University College, Malaysia, yakni Prof. Dato’ Sri Dr. Abu Hassan Asaari Abdullah dan Dr. Muhammad Ramzie. Kehadiran delegasi internasional ini mengukuhkan langkah strategis institusi untuk ‘Go International’, membuka peluang emas bagi para lulusan untuk bersaing tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di kancah global.

Dalam prosesi yang berlangsung khidmat tersebut, rangkaian laporan akademik turut dibacakan, menggarisbawahi kesiapan ribuan lulusan dari berbagai program studi—mulai dari vokasi, sarjana, hingga profesi. Para lulusan ini dipersiapkan untuk terjun ke masyarakat tidak hanya berbekal keunggulan akademik, tetapi juga ketangguhan mental, integritas, dan kemampuan adaptasi yang tinggi dalam menghadapi era transformasi digital dan kecerdasan buatan.

Sumber Aoen TV

Namun, di balik kemegahan visi global dan capaian institusi, denyut nadi utama dari perayaan ini justru terletak pada sisi kemanusiaan yang mendalam. Rektor ITSK RS dr. Soepraoen, Brigjen TNI (Purn.) Dr. dr. Sutrisno, S.H., M.A.R.S., M.H.Kes., FISQua, menyadari bahwa setiap gelar yang disematkan hari ini adalah buah dari doa dan keringat keluarga di rumah.

Dengan tulus, beliau memberikan apresiasi khusus yang ditujukan langsung kepada para pahlawan di balik layar: orang tua wisudawan.

“Terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh orang tua yang telah memberikan kepercayaan penuh kepada ITSK RS dr. Soepraoen untuk mendidik putra-putrinya. Harapan kami, para lulusan sarjana hari ini dapat terus melanjutkan pendidikannya ke jenjang profesi, dan bagi yang telah menyelesaikan program profesi, dapat segera berkontribusi nyata mengisi lapangan pekerjaan di negeri kita tercinta ini.”

Sumber Aoen TV

Pesan yang membumi ini menjadi pengingat bahwa setinggi apa pun langkah kampus menuju panggung internasional, tujuan akhirnya tetaplah kembali untuk mengabdi dan membangun ibu pertiwi.

Sumber Aoen TV

Kesiapan dan komitmen pengabdian ini juga mendapatkan apresiasi serta dukungan penuh dari jajaran pimpinan tingkat tinggi dan pemangku kebijakan pendidikan. Kehadiran Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., yang turut memberikan sambutan hangat di atas panggung, bersama dengan Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat (Kapuskesad) Mayjen TNI Dr. dr. Gunawan Rusuldi, Sp.OG., Subsp. Onk., MARS, CGCAE, serta Ketua Pengurus Yayasan Wahana Bhakti Karya Husada, Brigjen TNI (Purn.) Dr. Bidik Catur Prasetya, M.M., semakin memperkokoh legitimasi bahwa lulusan yang dilahirkan hari ini didukung oleh fondasi institusi yang sangat kuat.

Sumber Aoen TV

Hari itu, di Ballroom Hotel Grand Mercure, langkah baru telah dimulai. Bukan sekadar langkah mencari kerja, melainkan langkah pasti dari talenta-talenta muda kesehatan yang siap merawat bangsa dan menaklukkan tantangan dunia. (RZK)

MoU ITSK RS dr. Soepraoen Malang dan Pemkab Ngada: Sinergi Bangun SDM Kesehatan Daerah

0

MALANG — Selain memperkuat jejaring global, Institut Teknologi Sains & Kesehatan (ITSK) RS dr. Soepraoen Malang juga terus membuktikan kontribusinya untuk negeri. Pada Jumat, 29 Mei 2026, bertempat di Aula Kampus 2 ITSK RS dr. Soepraoen Malang, pihak kampus resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Sumber Aoen TV

Penandatanganan kerja sama ini disaksikan langsung oleh Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat (Kapuskesad) Mayjen TNI dr. Gunawan Rusuldi, Sp.OG., Subsp.Onk., MARS, Ketua Yayasan, serta jajaran civitas akademika. Hadirnya elemen militer, akademisi, dan pemerintah daerah ini menjadi simbol kuat kolaborasi lintas sektor yang nyata.

Memperluas Dampak Pengabdian Kampus

Rektor ITSK RS dr. Soepraoen Malang, Brigjen TNI (Purn.) Dr. dr. Sutrisno, S.H., M.A.R.S., M.H.Kes., FISQua, menyambut positif terjalinnya kerja sama strategis ini.

Sumber Aoen TV

“Kegiatan hari ini sangat penting untuk mengangkat kiprah institusi kita. Visi kita adalah memastikan bahwa ke depannya ITSK tidak hanya melayani kepentingan pendidikan di tingkat lokal, tetapi harus memberikan dampak nyata di tingkat regional hingga global,” tegas Rektor.

Harapan Besar bagi Putra-Putri Ngada

Sementara itu, Bupati Ngada, Raymundus Bena, menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya atas kolaborasi yang mulai dibangun.

Sumber Aoen TV

“Saya hadir di sini mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk melaksanakan penandatanganan MoU kerja sama antara ITSK [RS dr. Soepraoen Malang] dan Pemda Ngada. Kerja sama ini telah resmi ditandatangani, dan mudah-mudahan kolaborasi serta koordinasi ke depan dapat terus berjalan lancar,” ujar Raymundus.

Sumber Aoen TV

Bagi Kabupaten Ngada, peningkatan kualitas pendidikan adalah prioritas. “Fokus utamanya ada di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), yang menitikberatkan pada peningkatan kompetensi Tenaga Kesehatan (Nakes), di samping dukungan untuk jurusan-jurusan lainnya. Kami akan terus mengupayakan kolaborasi ini ke depannya demi kemajuan pendidikan putra-putri daerah Ngada,” jelasnya.

Melalui MoU ini, kampus diharapkan bisa terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memeratakan akses pendidikan dan mencetak tenaga medis handal yang siap turun tangan di berbagai wilayah pelosok Nusantara. (RZK)