ITSK RS dr. Soepraoen Bersinergi dengan GMPK Pasuruan Raya Gelar Pelatihan Hands Only CPR bagi Relawan Ambulans

Pasuruan – Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan (ITSK) RS dr. Soepraoen Malang berkolaborasi dengan Gerakan Masyarakat Peduli Kemanusiaan (GMPK) Pasuruan Raya dan PT Data Buana dalam kegiatan edukasi dan pelatihan Hands Only Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) bagi relawan dan pengemudi ambulans di wilayah Pasuruan Raya.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat dan penelitian, melalui upaya peningkatan pengetahuan serta keterampilan relawan ambulans dalam memberikan pertolongan awal pada kondisi kegawatdaruratan.

Foto bersama peserta, relawan ambulans, tim ITSK RS dr. Soepraoen, GMPK Pasuruan Raya, serta pihak terkait setelah pelaksanaan kegiatan pelatihan Hands Only CPR.

 

Ketua GMPK Pasuruan Raya, Jahirotul Holisah atau yang akrab disapa Bu Lilis, turut hadir dan mendukung pelaksanaan kegiatan. Kehadiran GMPK menjadi bagian penting dalam memperkuat jejaring relawan sekaligus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pelayanan ambulans dan kegiatan kemanusiaan di masyarakat.

Relawan dan pengemudi ambulans memiliki peran penting dalam rantai pertolongan kegawatdaruratan. Dalam praktiknya, mereka tidak hanya membantu proses transportasi pasien, tetapi juga berpotensi menjadi orang pertama yang berada di sekitar korban ketika terjadi kondisi kegawatdaruratan, termasuk henti jantung. Oleh karena itu, kemampuan memberikan bantuan hidup dasar secara cepat dan tepat merupakan kompetensi yang sangat penting untuk dimiliki.

Materi Hands Only CPR dalam kegiatan ini disampaikan oleh Ns. Mokhtar Jamil, M.Kep, dosen ITSK RS dr. Soepraoen Malang yang memiliki bidang kepakaran pada keperawatan gawat darurat, pelayanan ambulans, dan pemberdayaan relawan. Materi yang diberikan meliputi pengenalan kondisi henti jantung, identifikasi korban yang membutuhkan pertolongan, aktivasi sistem kegawatdaruratan, serta teknik pemberian kompresi dada yang efektif.

Penyampaian materi tidak hanya dilakukan secara teoritis. Peserta juga mendapatkan demonstrasi serta kesempatan untuk melakukan praktik secara langsung menggunakan manekin. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan peserta dalam melakukan kompresi dada dengan posisi, kedalaman, dan frekuensi yang tepat.

 Selain sebagai kegiatan edukasi dan pengabdian kepada masyarakat, pelaksanaan pelatihan ini juga menjadi bagian dari kegiatan penelitian mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan ITSK RS dr. Soepraoen Malang. Penelitian tersebut dilaksanakan oleh Siti Purwati Ningsih, Jingga Cinta, dan Alina Wahyu dengan melibatkan peserta pelatihan sebagai bagian dari proses pengumpulan data penelitian.

Integrasi antara kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya mempelajari proses penelitian secara akademik, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan yang bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat dan pelayanan kegawatdaruratan di lapangan.

Peserta mempraktikkan teknik Hands Only CPR menggunakan manekin dengan pendampingan tim ITSK RS dr. Soepraoen Malang.

 

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Badan Pengawas RSUD Grati Pasuruan. Kehadiran unsur rumah sakit menjadi momentum untuk membahas sinergisitas antara layanan ambulans berbasis masyarakat dengan fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya rumah sakit.

Sinergi tersebut dinilai penting karena pelayanan kegawatdaruratan tidak hanya berlangsung saat pasien berada di rumah sakit. Proses pelayanan telah dimulai sejak fase pra-rumah sakit, saat pasien mendapatkan pertolongan awal dan transportasi menuju fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan demikian, komunikasi dan koordinasi antara pengelola atau relawan ambulans dengan pihak rumah sakit menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung kesinambungan pelayanan pasien.

Pembahasan mengenai sinergisitas ambulans dan rumah sakit juga membuka ruang bagi penguatan koordinasi dalam proses rujukan, kesiapan penerimaan pasien, komunikasi sebelum pasien tiba di rumah sakit, hingga upaya peningkatan keselamatan pasien selama proses transportasi.

Keterlibatan ITSK RS dr. Soepraoen Malang dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mendekatkan keilmuan kesehatan kepada masyarakat. Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam penyelenggaraan pendidikan tenaga kesehatan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.

Kolaborasi antara ITSK RS dr. Soepraoen Malang, GMPK Pasuruan Raya, PT Data Buana, jejaring relawan ambulans, serta unsur fasilitas pelayanan kesehatan menunjukkan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam membangun sistem pelayanan kegawatdaruratan yang lebih baik di masyarakat.

Melalui kegiatan ini, para relawan dan pengemudi ambulans diharapkan semakin memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban henti jantung sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan.

Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi awal bagi terbentuknya kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi, organisasi masyarakat, relawan ambulans, dunia usaha, dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mengembangkan kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kualitas pelayanan kegawatdaruratan pra-rumah sakit.

 

Tim ITSK RS dr. Soepraoen Malang bersama mitra kegiatan sebagai wujud sinergi perguruan tinggi, relawan, dan pemangku kepentingan dalam peningkatan kapasitas pelayanan kegawatdaruratan masyarakat.

Pilih Program Study

Artikel Terkait