ITSK RS dr. Soepraoen Malang

Transformasi Pendidikan Keperawatan Gawat Darurat: Peran Strategis Simulasi Pembelajaran dalam Menciptakan Perawat Unggul di ASMEN XIII HIPGABI

bnr-arrow-1-1.png

BANJARMASIN — Perkembangan dunia kesehatan menuntut transformasi yang masif, terstruktur, dan berkesinambungan, terutama pada sektor kegawatdaruratan dan penanganan bencana. Berangkat dari urgensi tersebut, Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) sukses menyelenggarakan kegiatan ilmiah tahunan bergengsi, 13th Annual Scientific Meeting of Emergency Nursing (ASMEN XIII). Mengusung tema “Peran Strategis Perawat dalam Sistem Kegawatdaruratan Nasional: Dari Komunitas hingga Ruang Resusitasi”, acara ini dilangsungkan secara meriah pada tanggal 24–25 Oktober 2026 bertempat di Golden Tulip Galaxy Hotel, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Forum ilmiah nasional ini menjadi titik temu strategis bagi para akademisi, praktisi, dan pemerhati keperawatan gawat darurat dari seluruh penjuru tanah air untuk merumuskan arah kebijakan serta inovasi mutakhir dalam pelayanan kesehatan darurat. Salah satu sesi paralel yang menjadi pusat perhatian akademisi dan praktisi pendidikan keperawatan adalah Panel Room 4 yang mengusung topik utama “Inovasi Pembelajaran Kegawatdaruratan bagi Mahasiswa Keperawatan”. Sesi ini membedah secara mendalam bagaimana metode pembelajaran modern dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum keperawatan guna menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan kompetensi klinis di lapangan.

Di tengah kompleksitas kasus kegawatdaruratan, mahasiswa keperawatan dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, ketepatan pengambilan keputusan, serta keterampilan psikomotorik yang matang. Sesi ini menegaskan bahwa inovasi pembelajaran bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan strategis demi melahirkan tenaga perawat masa depan yang adaptif, tanggap darurat, dan berstandar global.

Dalam sesi panel yang sarat akan diskursus akademis tersebut, Ns. Bayu Budi Laksono, S.Kep., M.Kep. tampil sebagai salah satu narasumber utama bersama tiga pakar terkemuka di bidangnya. Membawakan topik krusial bertajuk “Low Fidelity vs. High Fidelity Simulation”, beliau memaparkan analisis komprehensif mengenai efektivitas penggunaan media simulasi dalam proses transfer ilmu kegawatdaruratan.

Dosen ITSK RS dr. Soepraoen Malang, Ns. Bayu Budi Laksono, S. Kep, M. Kep., memberikan paparan mengenai pentingnya pemilihan tingkat fidelitas pada alat peraga atau skenario simulasi dalam Pendidikan Keperawatan Gawat Darurat

Dalam paparannya, beliau menguraikan bagaimana pemilihan tingkat fidelitas (keterpercayaan/kemiripan dengan kondisi nyata) pada alat peraga atau skenario simulasi memberikan dampak signifikan terhadap pembentukan memori motorik, manajemen stres, serta kapabilitas klinis mahasiswa saat menghadapi situasi kritis pasien. Kontribusi pemikiran akademis ini memperkuat urgensi investasi institusi pendidikan pada sarana laboratorium keperawatan yang berbasis teknologi dan berbasis skenario klinis riil. Sesi Panel Room 4 ini semakin komprehensif dan diperkaya oleh kontribusi tiga narasumber hebat lainnya yang turut mendedikasikan keahlian mereka dalam topik-topik inovasi pembelajaran, yaitu:

  1. Ns. Wijaya Atmaja Kasuma, S. Kep., M. Kep., dengan topik “Virtual Simulation and AI-Assited Learning”.
  2. Dr. Ns. Arief Wahyudi Jadmiko, M. Kep., M. Pd.Ked., dengan topik ” Enhancing Emergency Clinical Skills: Pengajaran Terstruktur Menggunakan George & Doto’s Five-Step Method”.
  3. Dr. Ns. Tony Suharsono, S. Kep., M. Kep., dengan topik “Memilih Metode Pembelajaran untuk Mencapai Kompetensi Keperawatan Gawat Darurat

Kolaborasi keempat narasumber dalam Panel Room 4 ini berhasil memantik antusiasme tinggi dari para peserta, yang terlihat dari aktifnya sesi diskusi interaktif, tanya jawab, serta pertukaran gagasan konstruktif demi kemajuan mutu pendidikan keperawatan di Indonesia.

Ns. Bayu Budi Laksono, S. Kep, M. Kep., bersama dengan Narasumber dari HIPGABI dalam pertemuan ASMEN XII

Urgensi Berkelanjutan bagi Masa Depan Keperawatan Indonesia

Melalui penyelenggaraan ASMEN XIII HIPGABI 2026 ini, diharapkan terbangun suatu sinergi yang kokoh antara institusi pelayanan kesehatan dan institusipendidikan tinggi keperawatan. Inovasi pembelajaran kegawatdaruratan yang dibedah melalui forum ini harus segera diimplementasikan secara nyata di berbagai institusi pendidikan. Dengan keterlibatan aktif para akademisi visioner dunia pendidikan tinggi keperawatan Indonesia optimis mampu terus mencetak generasi perawat gawat darurat yang tidak hanya terampil secara klinis, tetapi juga memiliki daya saing tinggi dalam mengawal sistem kegawatdaruratan nasional yang terintegrasi.

Foto Bersama Ns. Bayu Budi Laksono, S. Kep, M. Kep., (tengah, jas warna hitam) berfoto bersama jajaran HIPGABI seusai pertemuan ASMEN XIII.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *