ITSK RS dr. Soepraoen Malang

Gelar PKKMB 2026 Bertema Nala Pandita, ITSK RS dr. Soepraoen Sambut 2.700 Mahasiswa Baru dari Seluruh Indonesia

bnr-arrow-1-1.png

MALANG– Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan (ITSK) RS dr. Soepraoen kembali menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Tahun ini PKKMB 2026 mengangkat tema Nala Pandita yang artinya “generasi berilmu, berkarakter dan berjiwa pemimpin”. Rangkaian acara PKKMB 2026 secara resmi dibuka dengan pembunyian bel oleh Bapak Dr. dr. Sutrisno, S.H., M.A.R.S., M.H.Kes., FISQua selaku Rektor dan didampingi oleh Ibu Kepala LLDIKTI Wilayah VII: Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.Μ. , wakil rektor dan jajaran pimpinan.

Rektor ITSK menyatakan bahwa PKKMB tahun ini diikuti oleh mahasiswa dari seluruh Indonesia yang berjumlah sekitar 2.700 daring dan luring mahasiswa baru, salah satunya dari Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari daerah tersebut, tercatat sekitar 60 mahasiswa baru yang menempuh pendidikan di ITSK melalui berbagai skema bantuan pendidikan, seperti beasiswa KIP, beasiswa Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada, serta beasiswa internal kampus.

Pada Apel pembukaan pkkmb di hadiri oleh seluruh jajaran dosen dan karyawan kampus dan juga di hadiri oleh lembaga lldikti. Ka lembaga lldikti juga memberikan materi sambutan bagi mahasiswa baru ITSK RS dr. Soepraoen Malang menegaskan pentingnya pemahaman atas hak dan kewajiban akademis sejak awal masa perkuliahan. Ka lembaga lldikti mengingatkan para mahasiswa untuk segera memastikan legalitas statusnya di PDDikti, memahami kurikulum berstandar internasional yang diterapkan, serta bersikap kritis dalam mengawal kualitas perkuliahan, seperti transparansi durasi SKS. Seluruh rangkaian arahan ini bertujuan agar mahasiswa memiliki arah belajar yang jelas sesuai Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) sekaligus menjadi agen perubahan yang unggul dan berkarakter.

Bukan hanya itu saja pada hari pertama pkkmb ini juga terdapat beberapa materi. Pada materi pertama mengenai “Kompas Moral yang Hidup atau Sekedar Narasi Seremonial di ruang kelas?” yang di bawakan oleh Bapak Muchlish Effendy, S.Pd., S.Kes., M.Si. Materi kedua “Kesehatan Mental : Sarana Pemulihan Atau Justru Mekanisme Penghindaran Tanggung Jawab” yang dibawakan oleh Bu Chantika Mahadin, S.Psi., M.Psi. Materi ketiga “Pengenalan Manajerial dan Kepemimpinan Mahasiswa” yang disampaikan oleh Bu Dina Wahyuningsari, S.I. Kom Materi terakhir tentang “Karakter Pengembangan Mahasiswa” yang disampaikan oleh Bapak Karolus Danar Kurniawan, M.Ikom.

Dalam pembekalan mahasiswa baru, pihak rektorat menekankan pentingnya kedisiplinan dan ketepatan waktu dalam menyelesaikan masa studi. Saat ini, ITSK juga tengah melakukan migrasi ke sistem kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) serta mengintegrasikan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial life Intelligence/AI) untuk mendorong inovasi mahasiswa.

“Kami mengganti kegiatan-kegiatan berisiko dengan aktivitas yang positif dan berdampak langsung, seperti pelatihan BHD. Harapannya, sebagai calon tenaga kesehatan, mahasiswa memiliki keberanian dan kesiapan memberikan pertolongan darurat di tengah masyarakat,” pungkas Rektor.

Guna memberikan nilai tambah bagi para lulusan, mahasiswa baru tidak hanya dibekali ijazah akademis, tetapi juga sertifikasi kompetensi tambahan. Salah satu program unggulannya adalah pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang bekerja sama dengan Komunitas Relawan Emergensi Indonesia (KREKI).

Kegiatan PKKMB ini selalu membawakan cerita dan kesan tersendiri bagi para mahasiswa baru. Salah satunya mahasiwa baru bernama Aurelius Yuvensius atau yang akrab disapa Dino mengatakan “PKKMB memberikan pengalaman yang menyenangkan dan penuh keseruan”. Harapan dan semangat Dino menjadi salah satu gambaran bagaimana mahasiswa baru siap beradaptasi dan mewarnai dinamika kehidupan kampus ke depannya.

Tags:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *